Kerjakan dulu pekerjaan
rumah Anda sebelum mulai berbisnis. Anda wajib tahu siapa saja dan apa yang
dibutuhkan pelanggan, termasuk keunikan bisnis Anda dibanding kompetitor. Jika
Anda pikir sudah punya jawaban atas ketiga pertanyaan ini, berarti Anda sudah
bisa mulai usaha. Paling penting, jika produk Anda niche, maka perusahaan
investasi dan investor individual akan bermurah hati menginvestasikan uang
mereka pada bisnis Anda.
Jika Anda termasuk orang yang punya ide inovatif tapi
tak punya modal, simak beberapa tips berikut ini
1) Pinjam uang
Teman yang ada ketika
sedang dibutuhkan, inilah teman sejati. Pernah dengar kalimat seperti ini? Nah,
pinjam uang dari teman dan jelaskan padanya mengenai potensi produk yang akan
Anda luncurkan. Yakinkan dia seberapa besar profit yang bisa Anda dapatkan dari
produk niche brilian itu. Tapi jangan terlalu membual, jelaskan dengan
perhitungan yang masuk akal. Selain teman, Anda juga bisa meminjam uang dari
kerabat keluarga
2) Sewa tempat
Pernah dengan istilah
SOHO? Artinya, small office home office. Jadi Anda tidak perlu pusing sewa
tempat lagi untuk ruangan kantor. Kalau Anda punya sisa ruang di rumah, ubahlah
jadi ruang kantor.
3) Cari rekanan kerja
Cari rekan kerja dari
lingkaran teman-teman atau saudara Anda yang mau berinvestasi ke dalam bisnis
Anda. Mungkin ini bisa meringankan beban sekaligus menolong Anda mendapatkan
ide-ide baru. Mungkin juga, Anda dan rekan bisa menciptakan keajaiban baru.
4) Pekerjakan staf
dengan sistem bagi hasil
Tidak ada salahnya
mempekerjakan orang dengan sistem bagi hasil. Anda bisa menghemat banyak uang
dan mereka akan mendukung penuh bisnis Anda.
5) Buat website
Google menawarkan
website gratis bagi usaha kecil menengah. Jadi Anda tidak perlu mengeluarkan
banyak uang untuk menciptakan dan merancang sebuah website. Website bisnis bisa
menggaet banyak pelanggan baru. Copy dan paste URL website ke akun jejaring
sosial pribadi Anda, lalu minta bantuan teman-teman untuk mempromosikan ke
kenalan mereka. Kemungkinan Anda menjaring pelanggan potensial sangat besar.
6) Fokus
Jika bisnis Anda tidak
langsung menghasilkan profit (sebagian besar memang tidak), fokuslah untuk
terus memperbaiki bisnis Anda dan cari tahu apakah ada yang salah.
7) Cari pekerjaan paruh
waktu
Biasanya Anda akan
menghadapi banyak tantangan dalam mengumpulkan modal. Jadi kalau Anda ada waktu
atau kesempatan bekerja paruh waktu, ambil saja. Investasikan separuh gaji ke
bisnis Anda.
8) Negosiasikan
segalanya
Semuanya bisa
dinegosiasi. Jadi, negosiasikan dengan bank-bank untuk membantu pemodalan
bisnis Anda. Banyak bank di luar sana yang mau meminjamkan pinjaman bebas
kolateral bagi start-up dan UKM. Yakinkan bank mengenai kehebatan dan potensi
produk Anda.
0 komentar:
Posting Komentar