Seseorang yang sukses secara financial biasanya memiliki
pemikiran, omongan, sikap dan perbuatan yang serupa karakteristiknya. Hal-hal
tersebutlah yang justru menjadikan seseorang menjadi kaya. Kekayaan yang mereka
dapatkan tidak turun begitu saja dari langit. Namun, kekayaan tersebut
merupakan buah dari apa yang sudah mereka perjuangkan selama ini. Mereka bisa
menjadi kaya karena memiliki pikiran, kebiasaan, sikap dan perilaku yang
tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak sukses secara financial.
Berikut ini tips melakukan 10 kebiasaan yang bisa membuat Anda
sukses secara financial (kaya):
1. Kebiasaan Berderma / Bersedekah
Mengurangi
apa yang Anda miliki, apakah benar menghilangkan sebentuk kepemilikan? Pemberi
terbesar apakah menjadi seorang yang termiskin sedunia. Tangan di atas lebih
baik dari tangan dibawah. Apa maksudnya? Ketika orang kaya merasa fakir, dia
akan menjadi serakah dan tidak menyisakan bagian bagi banyak orang. “Semua
yang ada di duani ini, mampu member makan yang lebih bagi semua orang. Namun,
keserakan dari orang kaya yang fakir adalah penyebab malapetaka di
dunia,” ucap Mahatma
Gandhi. Lalu apakah obat dari kefakiran? Obatnya adalah
berderma. Orang yang mengurangi sebagian hartanya untuk membantu saudaranya
yang lain walau saudaranya tersebut tidak pernah meminta adalah orang uang
tidak pernah fakir. Bisa jadi orang yang suka berderma adalah orang yang
menurut Anda miskin, bahkan ia rela berpuasa sehari karena ingin berderma.
Dialah sebenarnya orang yang paling kaya sedunia. Ingat pula pepatah sunda, “Mulangkalih
aya nu dipincariosan abi aya di palihan” (sekiranya ada yang dibutuhkan, saya
ada di sebelah). Biasakanlah diri Anda berderma karena dengan berderma, Anda
seolah-olah sedang menanam sesuatu yang baik untuk diri Anda dan masa depan
yang sedang Anda perjuangkan. Dengan berderma, nama baik Anda dan keluarga akan
selalu dilindungi oleh orang banyak. Ketika mendapatkan kesulitan, Anda akan
selalu mendapatkan prioritas bantuan.
2. Kebiasaan Networking.
Empat
hal yang tak diberitahukan Tuhan kepada manusia, salah satunya adalah rejeki.
Esok lusa Anda makan apa? Mendapatkan apa? Anda tidak pernah tahu. Akan tetapi,
Tuhan mempersilahkan manusia berikhtiar. Mengusahakannya dengan
sungguh-sungguh, seakan masih diberi waktu hidup seribu tahun lagi. Salah satu
yang dapat membuaka jalan ikhtiar itu adalah silaturahmi atau dalam istilah
bisnis Anda kenal dengan nama networking. Manusia
sejatinya merupakan makhluk komunikasi, artinya tidak bisa tidak, harus
berkomunikasi.“Manusia
selalu ingin menyampaikan sesuatu,” demikian menurut Aristoteles.
Oleh karena itu, manusia tidak bisa hidup sendiri. Manusia selalu membutuhkan
orang lain. Atau dalam teori umum, dikenal dengan istilah “manusia sebagai
makhluk sosial”. Singkatnya manusia telah dibekali banyak hal untuk selalu
melakukan interaksi dengan manusia lainnya dalam rangka menjalani kehidupannya.
Artinya, manusia tinggal memaksimalkan konsep kodrati ini. Seperti bagaimana
memaksimalkan telur menjadi sepiring omlet lezat.
3. Kebiasaan Bangun Lebih Pagi
Apabila
Anda berpikir bahwa pagi adalah suara kicau burung, sinar matahari menembus
jendela atau secangkir kopi, semua jawaban Anda tentulah benar. Namun pada
hakikatnya, pagi adalah masa depan! Pagi merupakan salah satu elemen penyusun
kehidupan. Terlepas dengan cara apa Anda mengisi pagi, misalnya berolah raga,
membaca koran, menyusun agenda kerja, menyepa tetangga, beribadah, membereskan
rumah atau sekedar menyeduh teh dan mendengarkan lagu, maka bangun pagi dapat
membuat Anda menjadi seseorang yang tidak selalu tertinggal. Minimal tak
tertinggal sinar hangat matahari yang dapat membuat mood Anda selalu segar.
4. Kebiasaan Menetapkan Tujuan.
Tujuan
adalah kalimat-kalimat yang selalu Anda tuliskan dalam buku catatan, lamunan,
atau mimpi-mimpi kecil sebelum tidur. Tujuan bukanlah apa yang orang kenal
sebagai sebuah kesuksesan, bukan pula halaman rumah tangga yang terlihat lebih
hijau. Namun, tujuan adalah sesutau yang membuat Anda merasa bersemangat
untuk segera mencapainya, sekalipun Anda harus berusaha dengan susah payah. Thomas
Alfa Edison(penemu bola lampu) dan Soichiro
Honda (pendiri
imperium otomotif Honda) adalah segelintir orang yang mampu meraih tujuan
(mimpi-mimpinya) setelah melalui jalan yang berliku. “Orang
melihat kesuksesan saya hanya 1 %. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan
saya,” tutur Honda.
5. Kebiasaan Berinovasi.
Janganlah
berkecil hati, dengan mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kelebihan sama
sekali. “Yang saya lakukan hanya membakar bambu di pekarangan rumah,” ucap Tsai
Lun, penemu kertas pertama di dunia. Kegiatan bakar-bakarannya,
justru mengantarkannya untuk melihat bentuk bubuk kertas (pulp) bambu, dari
sisa pembakaran. Yang pada akhirnya dikenal dengan ‘kertas’ sebagai pengganti
‘dedaunan’ untuk menulis. Jadi Anda tidak harus cerdas dan memiliki IQ tinggi,
kuncinya adalah pada inovasi. Hal-hal baru bisa Anda dapatkan kapan saja dan
dimana saja, asalakan Anda berani untuk melangkah jauh dari kebiasan yang
menentramkan (baca: lepas dari zona nyaman). Adalah Lawrence
Edward “Larry” Page dan Sergey
Brin, pada pendiri mesin pencari di internet : Google, yang
bisa lari dari zona nyaman untuk menciptakan inovasi. “Semua
orang pasti bicara tentang kebutuhan dirinya, lantas apa yang bisa saya lakukan
untuk memenuhi kebutuhan orang itu?” ungkap Page. Maka Page pun menjawabnya
dengan Google. “Bisnis saya sebenarnya hanya menggali
informasi, menemukan kecocokan data satu dengan yang lainnya”,
lanjut Brin.
6. Kebiasaan Berdoa.
Ora et
Labora, atau terjemahan dari bahasa latin tersebut berarti, “berdoa
dan bekerja”. Doa dan kerja adalah 2 sisi yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun
kesuksesan tidak dijaminkan, doa sudah tentu merupakan pengharapan. Seseorang
yang berdoa tidak akan merasakan individualism menguasai dirinya. Oleh karena
itu, konsep berdoa merupakan konsep perkawanan. Seseorang yang beragama
beranggapan bahwa mereka tidak sendiri karena ada Tuhan yang selalu menemaninya.
7. Kebiasaan Melakukan Sesuatu
Sesegera Mungkin.
Manusia
memang bukan mesin yang akan langsung mengerjakan sesuatu setelah diperintah.
Akan tetapi ingatlah satu hal, menunda berarti menumpuk pekerjaan. Semakin
bertumpuk, Anda akan semakin bingung bagaimana menyelesaikannya. “Komputer
adalah bisnis kecepatan, semakin cepat proses dalam komputer, maka hasilnya
akan semakin baik buat semua,” demikian
kata William “Bill” Gates,
pemilikMicrosoft Corp,
tentang bisnisnya yang selalu memimpin tren pasar komputer dunia. Karena
menurutnya dalam bisnis ini, siapa cepat dia akan menguasai, tidak ada istilah
menunda dan terlambat dalam kamus hidupnya. Semua berpacu dengan waktu.
8. Kebiasaan Melakukan
Introspeksi.
Siapa
Anda? Anda adalah apa yang dipikrikan. Bagaimana Anda berpikir menentukan
bagaimana Anda bertindak. Bagaimana Anda bertindak menentukan bagaimana orang
lain beraksi terhadap Anda. Kalau Anda merasa tidak penting, maka Anda menjadi
tidak penting di mata orang lain. Tak akan ada kejayaan di Prancis jika Napoleon tak mengenali dirinya dengan
sebenar-benarnya. Hanya tahu kalau dia adalah manusia bertubuh pendek. Napoleon
mengenali dirinya lewat potensi yang dimiliki dan juga kekurangan yang harus
diperbaiki. Ketika Anda adalah apa yang Anda pikirkan, berarti Anda akan
memahami apa yang disebut sebagai kesadaran diri (self awareness).
9. Kebiasaan Tepat Waktu.
Waktu
dilhirkan sejak abad ke 13. Kini telah 800 tahun waktu berlaku. Apakah manusia
semakin efektif? Atau semakin menghamburkan waktu? Tentu Anda akan merasa kesal
jika orang yang ditunggu datang terlambat. Begitu pun sebaliknya. Setiap hari
setiap orang punya agenda. Tentunya Anda tak mau merusaknya bukan? Kunci untuk
membuat semua agenda Anda berjalan lancar adalah konsekwensi dengan apa yang
telah Anda rencanakan. Konsekuensi tersebut bisa dimulai dengan datang tepat
waktu. Menepati sesuatu adalah janji, dan janji adalah hutang. Dengan datang
tepat waktu, berarti Anda telah menjadi seseorang yang bertanggung jawab atas
apa yang telah Anda janjikan.
10. Kebiasaan Penurut.
Pengetahuan
manusia itu bisa menjadi tanpa batas, tapi kadang dipersempit dengan sikap sok
tahu dan selalu merasa tahu. Tidak ada orang yang lahir dan tumbuh lantas
masyur tanpa bantuan orang lain, setidaknya tanpa arahan dari orang lain. Menjadi
penurut kadang bisa menyelamatkan sekaligus memberi keuntungan bagi kita. Ingat
akibat sikap keras kepala Hitler yang mengabaikan nasihat jenderal terbaiknya, Erich
Von Manstein? Hal ini berakibat pada kehancuran dan banyaknya
korban di pihak armada tank Jerman ketika melawan armada tank Rusia (Operasi
Citadel). Kisah sebaliknya terjadi pada Hilton. Atas perintah
orang tuanya, ketika kecil dia tidak merasa malu untuk selalu ia melayani
tamu-tamu (orang asing) yang menghuni rumahnya. Sehingga akhirnya bisnis
kecilnya ini menjadi imperium besar di abad ini.
Itulah Tips Yang bisa anda lakukan, Segala Sesuatu yang Positif hasilnya pasti akan baik.. Wassalam :)

0 komentar:
Posting Komentar